Penulisan

Hasil Observasi Teks Laporan Ciri-ciri dan Pengertian Struktur Tulisan

Hasil Observasi Teks Laporan Ciri-ciri dan Pengertian Struktur Tulisan

Teks laporan hasil observasi merupakan naskah yang memaparkan hasil pengamatan. Sebuah teks laporan hasil observasi berisi Info yang berupa fakta-fakta berdasarkan pengamatan dan tidak boleh berisi opini penulis. Lalu, apa pengertian teks laporan hasil observasi? Bagaimana ciri-ciri dan struktur penulisan teks laporan hasil observasi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah tulisan yang berisiĀ toto macau penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan observasi juga disebut teks klasifikasi, karena berisi klasifikasi perihal tipe – tipe sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.

Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Salah satu ciri utama teks laporan hasil observasi adalah berupa faktual, di mana Info yang di sediakan harus sesuai bersama hasil pengamatan. Berikut adalah ciri-ciri teks laporan hasil observasi.

Bersifat objektif dan universal

Objektif: Teks laporan hasil observasi harus di sediakan sesuai bersama keadaan objek yang sebetulnya di lapangan, tanpa terbujuk pandangan atau pendapat pribadi

Universal: Teks laporan hasil observasi tidak memihak kepada pihak tertentu. Laporan hasil observasi yang dibuat haruslah berupa umum atau general dan juga dapat dimengerti oleh seluruh orang dan tidak merugikan orang lain

  • Objek yang dapat dibicarakan/dibahas ialah objek tunggal
  • Ditulis secara lengkap dan sempurna
  • Ditulis berdasarkan fakta sesuai bersama pengamatan yang dilakukan
  • Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang telah terbukti kebenarannya
  • Tidak memiliki kandungan prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat
  • Saling terkait bersama pertalian berjenjang antar kelas dan sub-kelas yang terdapat di dalamnya.

Selain itu, teks laporan hasil observasi juga punya ciri-ciri kebahasaan, antara lain:

  • Menggunakan frasa nomina (kata benda) yang diikuti penjenis dan pendeskripsi
  • Menggunakan verba (kata kerja) relasional, layaknya ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada makna tehnis atau makna yang digunakan secara spesifik pada bidang tertentu)
  • Menggunakan verba aktif alam untuk mengatakan perilaku, layaknya bertelur, membuat, makan, hidup, tidur dan sebagainya
    Menggunakan kata penghubung yang menyatakan:
    Tambahan: dan serta
    Perbedaan: berlainan dengan
    Persamaan: sebagaimana, layaknya halnya, demikian halnya, perihal demikian, sebagai, perihal yang sama
    Pertentangan: sedangkan, tetapi, namun, melainkan, kala itu, padahal berbanding terbalik.
    Pilihan : atau
  • Menggunakan paragraf bersama kata-kata utama untuk menyusun Info utama,diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan didalam beberapa paragraf
  • Menggunakan kata keilmuan atau teknis, layaknya degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, dan lain-lain.